Selasa, 08 Juli 2008

TEKNIK PRESENTASI SEBAGAI INSTRUKTUR KKG/MGMP/K3S/MKKS/KKPS/MKPS

Oleh : Kusmoro, M.Pd

A. PENDAHULUAN

Pada kegiatan fasilitasi pendidikan dilapangan diperlukan suatu penanganan semestinya. Sejalan dengan tugas pokok dan fungsi dari Lembanga Penjaminan Mutu Pendidikan(LPMP) Kalimantan Barat dalam hal mutu pendidikan adalah memfasilitasi kegiatan jaminan mutu pendidikan di wilayah Kalimantan Barat. Maka salah satu kiprah LPMP dalam hal fasilitasi jaminan mutu pendidikan di wilayah Kalimanatan Barat ini mengadakan ToT bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah
Kegiatan ToT baik untuk Kelompok Kerja Guru(KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran(MGMP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah(K3S), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah(MKKS), Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), dan Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah(MKPS) yang merupakan salah satu kegiatan fasilitasi jaminan mutu pendidikan diperlukan pemberdayaan pseserta masing-masing kegiatan tersebut. Peserta ToT tersebut yang merupakan ujung tombak dalam fasilitasi mutu pendidikan di lapangan atau di daerah perlu dibekali materi-materi untuk fasilitasi terhadap baik guru, kepala sekolah maupun pengawas sekolah yang salah satunya adalah teknik presentasi.
Peserta ToT dalam penyampaian materi fasilitasi mutu pendidikan baik terhadap guru, kepala sekolah, maupun pengawas sekolah harus kompeten. Oleh karena itu perlu dibekali teknik presentasi yang semestinya. Dengan harapan dalam melakukan fasilitasi di daerah akan mencapai kompetensi yang semestinya dalam mutu pendidikan. Sehingga masalah mutu pendidikan akan dapat teratasi sebagai mana mestinya.

B. STRATEGI DAN TEKNIK KOMUNIKASI DALAM PRESENTASI

Banyak eksekutif, konsultan, dosen, peneliti, instruktur, penyuluh, dan profesi lainnya takut gagal berbicara di depan rekan-rekan, kolega, pelanggan, staf, dan kelompok penting lainnya. Sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat terhadap 10.000 orang manajer, 32% menyatakan bahwa berbicara di depan orang banyak sebagai hal yang menakutkan (Walters, 1989 dalam Macnamara, 1996). Lebih ekstrim lagi, dalam buku tersebut disampakan bahwa ketakutan berbicara melebihi ketakutan menghadapi kesulitan keuangan, kelebihan bobot badan, dan kematian. Dengan kata lain, sepertiga orang dalam studi tersebut menyatakan "lebih baik mati daripada harus berpidato " (The Book of List dalam Walter, 1989 dalam Macnamara, 1996).
Sebaliknya, sukses suatu presentasi tidak terletak pada penguasaan subyek pengetahuan saja, tetapi kemampuan berbicara efektif, menjadi penting untuk dipelajari dan dilatih. Niki Flacks mantan artis, kreator terkenal dan pembicara pada Power Talk terkenal di Australia mengatakan "berbicara di depan umum adalah performing", karena bukan terletak pada aktivitas alami yang diperoleh sejak lahir, tetapi penekanan pada keterampilan komunikasi lebih dominan, dimana dibutuhkan pelatihan. Guru besar komunikasi dan hubungan industri terkenal dari Macquarie University di Sydney mengatakan bahwa dewasa ini seorang manajer belum bisa dikatakan baik tanpa memiliki keterampilan berkomunikasi (Macnamara, 1996). Sebuah studi yang dilakukan APM Training Institute di Australia menemukan bahwa 80,7% menyatakan ada tiga keterampilan komunikasi yang paling diinginkan eksekutif pemasaran; keterampilan presentasi adalah yang paling diinginkan (Morphew, 1994). Oleh kerna itu pada pembahasan berikut akan dikaji seputar tentang moderator dan presentasi.
1. MODERATOR
Keberhasilan presentasi sangat tergantung kepada dua orang yang berperan di dalamnya, yaitu moderator dan pembicara (pemrasaran). Bahkan seringkali suatu presentasi menjadi gagal karena moderator tidak dapat menjalan tugas dan fungsinya dengan baik. Dapat anda bayangkan, bagaimana jadinya sebuah presentasi dan diskusi berlangsung tanpa ada seorang moderator.
Moderator adalah penjual ide atau gagasan yang akan disampaikan pembicara, di samping pengatur tempo presentasi dan diskusi, pembuat keputusan dan kesimpulan yang harus dijalankan dengan penuh kebijakan, adil dan memuaskan semua pihak. Kemampuan menggugah perhatian hadirin serta membangkitkan semangat untuk menggali berbagai potensi dan permasalahan yang dibicarakan, menjadi tugas moderator. Salah satu tugas utama moderator adalah memperkenalkan pembicara. Bagian ini merupakan yang paling menentukan langkah sukses suatu presentasi. Oleh karena itu, moderator harus bertindak sebagai seorang penjual yang menawarkan suatu produk. Pasarkan ide, gagasan, dan pembicara agar hadirin memberikan perhatian pada apa dan siapa pembicara dan apa kepentingan topik tersebut bagi hadirin. TIS (topic, importance, speaker) adalah tiga urutan kata kunci utama yang dapat digunakan sebagai formula untuk memperkenalkan pembicara.
Moderator perlu mampu menjual gagasan pembicara, mengatur dan mengarahkan diskusi terfokus dengan bijaksana dan berwibawa, serta membuat kesimpulan. Ada delapan langkah strategi meraih presentasi sukses disamping penguasaan subyek. Semua tanggapan dan pertanyaan hadirin merupakan masukan berharga yang perlu ditanggapi secara positif.
2. PRESENTASI
a. Mempersiapkan Presentasi
Presentasi ibarat gunung es yang nampak indah di atas permukaan laut. Namun keindahan tersebut akan hilang, manakala 90% bagian gunung es yang ada dibawah permukaan laut tersebut tenggelam. Dengan demikian 90% bagian dari presentasi adalah persiapan, sisanya penyajian dan diskusi. Sekalipun anda menguasai subyek dan mampu berbicara penuh wibawa, persiapan cermat tetap diperlukan untuk dua alasan penting: (1) Menemukan informasi lebih lanjut tentang subyek untuk disarikan bagi hadirin. Pilihlah informasi yang menonjol. Jika tidak memiliki cukup informasi, sebaiknya tidak memberikan presentasi; (2) Memasarkan gagasan kepada hadirin serta memperoleh dan mempertahankan perhatian hadirin.
Abraham Lincoln pernah mengatakan: "jika memiliki delapan jam untuk merobohkan pohon, saya akan menghabiskan enam jam untuk mengasah kapak (Walters, 1989 dalam Macnamara, 1999). Keuntungan utama dari persiapan yang cermat adalah efisiensi waktu presentasi serta mengurangi kegugupan dan demam panggung. Lincoln, mengisyaratkan bahwa untuk suatu presentasi, 90% waktu perlu digunakan untuk persiapan. Langkah-langkah persiapan itu menurut Maksum (2007:5), adalah: (1) analisis sasaran, (2) survei lokasi, (3) kerangka & struktur, (4) penelitian & penerapan, (5) penulisan, (6) visualisasi & media, (7) latihan, dan (8) penyampaian/ penyajian. Namun, kedelapan tahap tersebut tidak berarti jika pembicara tidak menguasai subyek dan pengetahuan penunjang lainnya. Sedangkan menurut Limited, KP(2001:1), agar presentasi yang disajikan berhasil maka harus menempul langkah-langkah sebagai berikut : (1) menentukan sasaran yang ingin dicapai; (2) memecah keseluruhan sasaran yang menjadi sebuah daftar sasaran yang dapat dicapai; (3) mengenal jenis audiens yang akan melihat dan mendengar presentasi; (4) menentukan pendekatan yang akan digunakan agar sasaran diterima audiens. Dengan demikian secara garis besar langkah dari persiapan presentasi adalah : (1) analisis dan penentuan sasaran yang ingin dicapai; (2) menentapkan kerangka struktur sasaran presentasi; (3) mengenal karakteristik audiens presentasi; (4) menetapkan pendekatan, media dan penulisan bahan presentasi yang akan digunakan; (5) membuat satuan acara pembelajaran (SAP), latihan, dan refleksi dengan perbaikan
Presentasi harus mempunyai tujuan jelas. Menurut Dunckel & Parnham (1995), jika anda membawakan presentasi karena diminta atasan, anda hanya akan membuang waktu; lebih baik anda tidak melakukannya. Jujurlah kepada diri sendiri mengenai sikap anda terhadap gagasan yang dibicarakan, kesempatan, atau subyek presentasi itu. Sikap negatif akan berpengaruh terhadap seluruh aspek organisasi, latihan, dan penyampaian, dan tentunya akan mengakibatkan tanggapan negatif dari hadirin.
Dengan demikian presentasi sebagai alat komunikasi tangguh dalam usaha untuk menyampaikan konsep teknis kerja, laporan atau keterangan mengenai apa saja yang merupakan tanggung jawab seseorang, baik itu merupakan kebijakan mutu pendidikan, barang ataupun jasa. Presentasi juga dapat digunakan untuk menunjukkan kemampuan, karena dari cara seseorang memberikan presentasi dapat dinilai seberapa jauh ia menguasai bidang yang dikelola. Namun menurut Limited, KP(2001:10), sebelum perencanaan presentasi menjadi final maka presenter harus memperhitungkan tipe serta komposisi audiens yang kelak dihadapi meliputi : audiens yang berbeda-berbeda, suasana hati dan sikap keterbukaan, dan hubungan sosial.

b. Menyampaikan Presentasi
Banyak pembicara yakin bahwa hadirin akan, atau bahkan harus, menyimak. Seorang pimpinan dapat memaksa bawahannya untuk menyampaikan presentasi, tetapi ia tidak dapat memaksa hadirin menyimak presentasi stafnya. Tiba waktunya presentasi. Saat itu perasaan anda berkecamuk, perut terasa tidak enak, telapak tangan sedikit berkeringat, dan anda baru dapat tidur menjelang pagi karena terus berfikir apa yang harus dikatakan dan dilakukan esok. Pertanyaan yang sering diajukan adalah bagaimana mengatasi kegugupan menjelang presentasi. Persiapan matang merupakan cara paling awal mengatasi kegugupan.
Dalam penyajian, sampaikan materi secara sistematis dan berurutan, hubungan kausal, argumentasi, teori-teori pendukung, akurasi data, pengujian yang dilakukan, relevansi metodologi yang digunakan, hasil yang diperoleh, serta manfaatnya. Agar penyajian sistematis dan berurutan: (1) tuliskan kata-kata kuncinya secara berurutan; (2) manfaatkan alat bantu untuk menyampaikan materi secara visual; (3) pelihara komunikasi tatap muka selama penyajian; (4) berikan penjelasan yang jujur pada setiap penanya dan terimalah saran serta kritik; (5) cermati busana dan penampilan anda, karena perhatian pertama hadirin diberikan pada penampilan anda.
Menurut Carnegie (1985) hal-hal yang perlu dilakukan dalam suatu penyajian adalah: (1) buat catatan ringkas dari bagian-bagian yang akan disampaikan, (2) jangan menulis sesuatu di luar penyajian, (3) jangan menghafal kata demi kata, (4) sampaikan informasi dalam bentuk ilustrasi atau contoh, (5) kuasai pengetahuan secara luas, (6) jangan cemas waktu penyajian, dan (7) jangan meniru gaya orang lain, jadilah diri sendiri. Ketepatan waktu penyajian merupakan hal penting. Persiapan yang baik termasuk merancang waktu penyajian secara tepat. Ketepatan waktu tentu harus proporsional untuk pengantar, isi pembicaraan, kesimpulan, dan saran.
Saat presentasi seorang instruktur atau presenter menurut Limited, KP(2001:3), harus dapat membangun suasana kelas, profesionalisme, antusias, bersikap toleran, wajar tanpa merendahkan dan bersikap asertif agar audiens dalam mengikuti paparan presentasi dapat berkosentrasi dengan rileks dalam memompa menyerap esensi dari presentasi. Membangun suasana dengan maksud kelas terkendali dalam suasana stabil gembira. Profesionalisme berarti memberi perhatian besar pada fakta, persiapan, serta rencana pelaksanaan presentasi terutama dalam penguasaan pokok permasalahan dan peka terhadap karakter audiens. Bersikap toleran berarti bersikap menghargai, menghormati, dan menerima dengan senang tentang eksistensi keterbatasan pengalaman dan pengetahuan audiens dengan menerima sebagai tantangan. Bersikap asertif (tegas) berarti bersikap ditengah-tengah diantara titik ujung pasif dan titik ujung agresif dari perilaku manusia dalam hubungan antar pribadi yang dapat diletakan pada sebuah skala tak terputus dari kedua titik ujung tersebut. Kegunaan perilaku asertif adalah memanfaatkan metode-metode kominikasi yang memungkinkan presenter untuk mempertahankan harga diri, membela hak-hak dan ruang pribadi presenter, dan tidak mendominasi anggota-anggota audiens.
Ada sejumlah strategi yang dapat presenter (instruktur) pakai agar presentasi membuahkan hasil yang baik. Oleh karena itu menurut Limited, KP(2001:23-38), pelu mempertimbangkan dengan matang dalam hal : menetukan pendekatan, pengaturan waktu, memberi struktur pada komentar, kalimat pembuka yang efektif, bahasa dan gaya, pilihan kata dan kalimat untuk acara formal, menggunakan berbagai istilah teknis dengan hati-hati, menghindari logat khusus (termasuk akronim. dan pengulangan kata), ringkas dan jelas, dan presenter peka terhadap audiens.
Dalam menentukan pendekatan perlu memperhatikan sejumlah aturan yang dapat berlaku umum yang ditegaskan oleh Limited, KP(2001:22), yaitu : (1). Bersikap tulus dan wajar artinya jangan bersikap orang lain dan berbicara berdasarkan pengalaman pribadi, (2). Bersikap antusias, (3). Bersikap menyenangkan dan bersahabat, dan (4). Menggunakan humor pada tempatnya

c. Meyakinkan Audiens Dengan Penampilan
Kesan pertama - Dalam teori human relations, komunikasi harus diarahkan bukan pada pribadi orang yang diajak bicara, tetapi pada faktor-faktor kejiwaannya, seperti watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap, dan tingkah laku. Sukses penyaji tergantung pada sikap hadirin, sikap dan tindakan hadirin tersebut tergantung dari sikap penyaji. Kesan pertama sangat menentukan sikap hadirin selanjutnya. Jika pembicara memberikan kesan pertama yang positif, maka sikap hadirin akan positif dan menyenangkan. Tujuh Detik Pertama – Menurut teori public speaking, keberhasilan seseorang berpidato atau presentasi ditentukan oleh tujuh detik pertama dia tampil di atas mimbar. Orang cuma membutuhkan tujuh detik untuk melihat apakah anda cukup berharga untuk didengar atau tidak (Green, 1998).
Rute 350 - Christina Stuart, Direktur utama Speak Easy Training Ltd. Di Inggeris yang telah melatih ratusan pembicara profesional, mengatakan bahwa pembicara harus mendengarkan dan mengendalikan perhatian hadirin dan secara teratur menghimpun orang berpikiran ke sana ke mari yang berhenti pada Rute 350. Temuan riset psikologi komunikasi memperlihatkan bahwa manusia dapat mendengarkan dan menyerap informasi sekitar 500 kata per menit. Tetapi rata-rata orang dapat menerima dan mengulang berbicara secara jelas hanya sekitar 150 kata per menit. Perbedaan kapasitas mental untuk memproses 350 kata per menit - disalurkan ke pikiran lain. Oleh karena itu harus dimanfaatkan oleh pembicara (Stuart, 1988 dalam Macnamara, 1996).
AIDDA - Hadirin hanya akan mendengarkan pembicara, apabila ada perhatian (attention) karena penampilan, sikap, dan perilaku pembicara yang menumbuhkan minat (interest) dan rangsangan (desire), sehingga hadirin berani mengambil keputusan (decision) untuk bertindak (action) dengan memperhatikan, mendengarkan, bertanya, memberikan tanggapan, dan lain-lain. Lebih jauh lagi, hadirin berusaha mengadopsi, mencoba, dan menerapkannya.

d. Memanfaatkan Diskusi Sebaik Mungkin
Pembicara hendaknya memandang tanggapan, saran, maupun pertanyaan secara positif. Banyak pembicara pemula beranggapan bahwa forum tanyajawab merupakan forum pembantaian, bahkan seringkali khawatir dan takut diserang, dikritik, diuji, bahkan dijatuhkan. Mungkin saja ada hadirin yang memang ingin pamer kepandaian; namun pembicara harus tetap bersikap tenang dan berfikir positif bahwa semua pertanyaan dalam forum itu merupakan masukan berharga. Apabila yang dikemukakan hadirin memang mengandung kebenaran, terimalah itu dengan jujur sebagai kebenaran. Tetapi apabila pernyataan hadirin bertolak belakang, sampaikan penjelasan-penjelasan secara bijaksana dengan argumentasi yang dapat diterima.
Moderator perlu mampu menjual gagasan pembicara, mengatur dan mengarahkan diskusi terfokus dengan bijaksana dan berwibawa, serta membuat kesimpulan. Ada delapan langkah strategi meraih presentasi sukses disamping penguasaan subyek. Semua tanggapan dan pertanyaan hadirin merupakan masukan berharga yang perlu ditanggapi secara positif.

e.
Berbagi Pengalaman ‘Teknik Presentasi’
Arry Akhmad Arman (2008:1), memberikan tips teknik presentasi seperti : “bagaimana cara menjawab pertanyaan yang kita tidak tahu jawabannya” dan “bagaimana cara beradu pendapat dengan penguji”, dan sebagainya. Secara umum, ada sejumlah prinsip yang perlu kita perhatikan, yaitu (1) Jangan mengandalkan teks lengkap, sajikan dalam bentuk pointer!, (2) Pelajari siapa audience, (3) Periksa ruangan dan perangkat pendukung presentasi sebelum mulai, (4) Jangan bicarakan sesuatu yang mereka sudah ketahui atau tidak ingin mereka dengar, (5) Jangan membiarkan audience jenuh. Kejenuhan dapat dihindari dengan selingan dialog dan humor, tapi jangan berlebihan, (6) Jangan merendahkan diri dengan mengatakan “maaf saya sebenarnya tidak siap …”, atau “saya baru belajar …..” , (7) Jika perlu, latihan dulu. Mintalah orang dekat anda untuk memberikan umpan balik, (8) Berpakaian yang rapi dan cerah !, (9) Jangan bicara seperti anda sedang ngobrol dengan seseorang, dan (10) Bersikap yang mengundang simpati dan kagum karena pengetahuan anda!

C. KIAT MEMBUAT DAN MENYAJIKAN PRESENTASI YANG BAGUS DAN MENARIK
1. Membuat dan Menyajikan Presentasi Yang Bagus dan Menarik
Untuk membuat dan menyajikan presentasi yang bagus dan menarik, dalam http://www2.telkom.net Powered by Joomla! - @copyright Copyright (C) 2005 Open Source MattersG. Aenll errigahtetsd :r e2s6e Mrvaerdch, 2008, 09:23(26 Maret 2008), adalah sebagai berikut :
a. Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi
Dewasa ini, aplikasi pembuatan presentasi terbagi dalam beberapa kategori. Perbedaan utama yang dimiliki masingmasing jenis aplikasi umumnya terletak pada output file yang dihasilkan dan media penyajian presentasi yang diakomodasi oleh aplikasi terkait. Kategori jenis, output file, dan media penyajian presentasi antara lain meliputi :
1). Aplikasi Office
Penggunaan aplikasi office disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi secara cepat dan praktis, dengan materi presentasi yang singkat dan ringkas. Integritas aplikasi office memungkinkan penyajian grafik, tabel, dan data dapat dilakukan secara mudah. Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, mengingat secara umum setiap komputer memiliki aplikasi office di dalamnya. Microsoft Power Point merupakan contoh aplikasi yang sangat lazim digunakan untuk kebutuhan ini.
2). Aplikasi Multimedia
Penggunaan aplikasi multimedia disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi yang interaktif, otomatis, dan berdaya tarik. Penggunaan efek, animasi, objek grafis, serta materi audio dan video menjadi lebih optimal jika dirangkai melalui aplikasi jenis ini. Flesibilitas penyajian output presentasi sedikit terbatas. Umumnya output file yang dihasilkan memerlukan aplikasi bantu tertentu untuk menunjang penyajiannya. Hal ini dapat diatasi penyaji dengan selalu menyiapkan source player multimedia pada kemasan modul presentasinya. Macromedia Flash, merupakan contoh aplikasi yang lazim digunakan untuk kebutuhan ini.
3). Aplikasi Dokumentasi
Penggunaan aplikasi dokumentasi disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi dengan materi detail dan komprehensif. Aplikasi jenis ini mampu mempertahankan konsistensi presisi tampilan dan menyediakan fasilitas proteksi pada content dokumen. Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, bahkan bersifat multi platform (dapat diakses dari berbagai sistem operasi). Selain itu, output file dapat dipertukarkan dan disajikan secara aman melalui beberapa metode (misalnya via internet). Tool PDF Maker seperti Adobe Acrobat, atau HTML Editor seperti Microsoft FrontPage merupakan beberapa alternatif aplikasi yang dapat Anda gunakan. Berdasarkan output dan media presentasi yang didukung oleh jenis aplikasi presentasi di atas, Anda dapat memperkirakan aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pembuatan dokumen presentasi Anda.

b. Perencanaan materi presentasi
Dalam perencanaan materi presentasi dokumen presentasi merupakan hal paling mendasar yang perlu Anda persiapkan. Beberapa di antaranya adalah :
1). Tentukan Tema dan Tujuan secara Spesifik
Meskipun Anda dimungkinkan menyusun satu dokumen presentasi dengan kandungan yang sangat komprehensif untuk berbagai keperluan, namun hal ini tidak disarankan. Pastikan Anda memiliki dokumen presentasi tersendiri dengan tema, tujuan dan misi, serta target audience penyajian presentasi yang spesifik.
2). Susun Kerangka Materi Presentasi
Ibarat merencanakan sebuah karya tulis yang dituangkan dalam sebuah kerangka karangan, maka presentasi yang baik juga harus memiliki kerangka materi yang dituangkan dalam poin-poin presentasi. Susun poin-poin utama presentasi, estimasikan jumlah dan koherensi slide-slide Anda, temasuk pertimbangan perlunya referensi-referensi pendukung.
3). Kumpulkan Materi Utama dan Pendukung
Pengumpulan materi dapat Anda persiapkan dari awal. Anda dapat mulai merangkum sumber-sumber materi yang akan Anda tuangkan. Pilih koleksi file gambar, audio, atau video sebagai objek pendukung. Siapkan tabel, grafik, dan data pendukung jika diperlukan.
4). Tentukan Aplikasi Pembuat Presentasi yang Tepat
Berdasarkan perencanaan, kerangka, dan kumpulan materi yang telah Anda siapkan di awal, maka Anda dapat memilih aplikasi pembuat presentasi yang tepat bagi penuangan materi presentasi Anda. Baca kembali tip pada bagian awal untuk memastikannya.
5). Manfaatkan Aplikasi Penunjang
Inovasi di bidang perangkat lunak dewasa ini sangat beragam. Anda dapat memanfaatkan aplikasi tertentu untuk keperluan tertentu. Pada dasarnya, output akhir yang Anda persiapkan melalui aplikasi penunjang selalu dapat Anda integrasikan ke dalam slide presentasi. Di samping memanfaatkan aplikasi penunjang bagi penyusunan materi, Anda sebaiknya juga melengkapi diri dengan berbagai aplikasi bantu bagi penyajian presentasi.
6). Tentukan Output Sesuai dengan Kebutuhan
Tentukan output akhir presentasi Anda berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah diulas di bagian awal. Jika memungkinkan, pilih output akhir yang paling fleksibel, sehingga Anda mudah menyajikan, mengekspor, atau mengonversikan formatnya ke dalam output lainnya jika diperlukan.

c. Penguasaan aspek teknis
Selain menguasai aspek pembuatan sebuah dokumen presentasi melalui aplikasi tertentu, akan lebih ideal jika Anda juga memahami berbagai hal berkaitan dengan aspek teknis seputar penyajian presentasi. Beberapa di antaranya adalah tentang perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan sebuah presentasi, perangkat pendukung yang dapat Anda pilih, serta teknik-teknik penggunaannya. Beberapa hal yang sebaiknya Anda pahami atara lain :
1). Pemilihan Perangkat Komputer
Peran komputer penyaji sangat dominan bagi kelancaran sebuah sesi presentasi. Pertimbangan pemilihan perangkat komputer antara lain mengenai spesifikasi teknis komputer, jenis atau tipe komputer, kelengkapan perangkat teknologi yang terpasang, serta sistem operasi dan aplikasi penunjang yang ada di dalamnya.
2). Pemilihan Media Simpan
Media simpan tidak hanya terbatas pada harddisk yang ada di dalam PC Anda. Pertimbangkan segi portabilitas, flesibilitas, dan mobilitas media simpan bagi dokumen presentasi Anda. Pertimbangkan pemakaian keping optical disk, USB Flash Memory, atau bahkan server jaringan atau hosting internet.
3). Pemilihan Perangkat Display
Perangkat display presentasi tidak hanya terbatas pada OHP. Pertimbangkan penggunaan LCD Projector, DLP Projector, atau Dual / Multi Monitor untuk berpresentasi. Tentukan juga jenis screen yang paling sesuai dengan
kebutuhan Anda.
4). Pemilihan Perangkat Pendukung
Sound system yang memadai adalah syarat mutlak bagi penyajian presentasi. Tentukan jenis perangkat sound system yang fleksibel namun berkemampuan optimal. Pertimbangkan juga pemakaian laser pointer untuk mendampingi sesi presentasi Anda. Sediakan camera pada ruang presentasi untuk keperluan dokumentasi Anda, terlebih jika Anda ingin mendistribusikan kembali moment-moment presentasi yang cukup penting untuk kolega Anda.

d. Teknik penyajian presentasi
Sebagus apapun materi presentasi Anda, selengkap apapun perangkat presentasi yang tersedia, semua akan sia-sia jika teknik penyajian presentasi Anda tidak menarik. Beberapa tip yang kami berikan antara lain :
1). Kuasai Teknik-teknik Penyajian Presentasi
Temukan teknik-teknik tertentu, seperti bagaimana menyajkan presentasi melalui beberapa monitor, bagaimana menyembunyikan sajian slide secara temporer untuk mengalihkan perhatian audience dari screen ke pembicaraan Anda, termasuk bagaimana mengemas slide presentasi agar dapat berjalan secara otomatis atau dapat diakses via internet.
2). Simulasikan Presentasi Anda Sesering Mungkin
Jika perlu, gunakan fasilitas Timer yang tersedia pada aplikasi penyaji presentasi untuk memastikan ketepatan waktu pemaparan setiap slide presentasi Anda.
3). Lengkapi Sajian Presentasi dengan Materi Tambahan
Anda dapat mencetak dan mendistribusikan lembar handout, membagikan CD materi presentasi, atau bahkan menyertakan materi pendukung bagi audience. Hal ini dapat meminimalkan pecahnya perhatian audience karena harus mencatat poin-poin dan paparan Anda, menghindari tidak tertangkapnya sebagian materi presentasi yang Anda sajikan, dan tentunya menjadi salah satu media penyebaran bagi visi dan misi penyajian presentasi Anda.

D. KESIMPULAN

Setiap instruktur jika mau melakukan presentasi suatu kajian maka akan melakukan serangkaian kegiatan, yaitu : analisis persiapan yang mencakup analisis audience, bahan kajian, waktu, media, termasuk pendekatan yang digunakan; pembuatan persiapan; dan latian. Kesuksesan presentasi seseorang sangat ditentukan diantaranya oleh faktor moderator, kesiapan, dan kepercayaan diri
Keprofesionalan seorang instruktur ditentukan diantaranya oleh penguasaan bahan kajian, wawasan, sikap terhadap audience, penggunaaan alat presentasi, dan cara menanggapi pertanyaan audience. Dalam hal ini seorang instruktur mutlak untuk menguasai peralatan presentasi dan pengauasaan bahan kajian yang dipresentasikan.

DAFTAR PUSTAKA

Arry Akhmad Arman. 2008, Berbagi Pengalaman ‘Teknik Presentasi’ Jakarta Maret 17, 2008

Carnegie, D. 1985. Quick and Easy Way to Effective Speaking. New York: Dale Carnegie & Associates.

Dunckel, J. & P. Elizabeth. 1995. Effective Speaking for Buisiness Success. North Van couver, Canada.

Green, G. 1998. The Magic of Public Speaking. Alih bahasa Agus Teguh H. Gramedia, Jakarta.

http://www2.telkom.net Powered by Joomla! - @copyright Copyright (C) 2005 Open Source Matters. All rights reserved Generated: 26 March, 2008, 09:23; 27 Maret 2008

Limited, KP. 2001, Making Effective Presentations. Manchester: Lonson NJ9NJ

Macnamara, J. R. 1996. The Modern Presenter's Handbook. Prentice Hall, Australia.
Maksum. 2007, Strategi dan Teknik Komunikasi Dalam Presentasi. Bogor : PUSTAKA


Rudolft, D.1993. Public Relations. Jakarta: Golden Trayon.

Tidak ada komentar: